Segmentasi Pasar Bisnis Fashion

Untuk memasarkan produk fashion muslim miliknya, seorang pengusaha harus memerhatikan segmen yang dibidiknya. Klasifikasi segmen untuk produk fashion, termasuk fashion muslim dapat dikategorikan

 

sebagai berikut:

  1. Kalangan Atas: orang-orang yang memilih produk eksklusif, biasanya one piece limited edition, handmade, kualitas bahan bagus, desain eksklusif, nyaman. Kalangan ini tidak terlalu memusingkan soal harga selama produk yang dibelinya sesuai dengan keinginan mereka.
  2. Kalangan Menengah: mempertimbangkan kualitas desain dan bahan, juga harga dari produk tersebut.
  3. Kalangan Bawah: tidak memperhatikan desain dan kualitas bahan, tapi sangat mempertimbangkan harga produk.

 

Beberapa hal yang harus diketahui tentang konsumen antara lain:

  1. Menentukan sasaran pesaing, misalnya laba, segmen pasar, kualitas, pelayanan dan citra yang kemungkinan akan dibangun oleh pihak pesaing.
  2. Mengidentifikasi strategi pesaing. Hal yang paling harus diperhatikan adalah pesaing yang memiliki strategi yang serupa, seperti produk yang mirip, kualitas dan layanan yang hampir sama, atau yang harga produknya sama.
  3. Menilai kekuatan dan kelemahan pesaing. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah yang dilakukan pesaing untuk mencapai tujuan mereka. Biasanya, kekuatan dan kelemahan pesaing dapat diketahui dengan mudah dari data sekunder, pengalaman pribadi, atau isu. Sebaiknya lakukan riset pemasaran pada pelanggan, pemasok, maupun agen.
  4. IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil)
  5. IUMK ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 98 tahun 2014, yang
  6. diterbitkan guna mempermudah usaha mikro kecil dalam memperoleh
  7. kepastian dan perlindungan dalam berusaha di lokasi yang telah ditetapkan,
  8. memperoleh pendampingan untuk pengembangan usaha, kemudahan
  9. akses pembiayaan kelembagaan keuangan bank dan nonbank, dan
  10. kemudahan dalam pemberdayaan dari pemerintah pusat, pemerintah
  11. daerah dan atau lembaga lainnya. Kategori usaha mikro dan kecil mengacu
  12. Undang-undang No. 20 tahun 2008, yaitu bahwa suatu usaha dikatakan
  13. berskala mikro jika mempunyai kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan
  14. bangunan) paling banyak Rp 50 juta atau memiliki hasil penjualan tahunan
  15. paling banyak Rp 300 juta; sedang usaha berskala kecil jika mempunyai
  16. kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan) lebih dari Rp 50
  17. juta sampai dengan Rp 500 juta, atau memiliki hasil penjualan tahunan
  18. lebih dari Rp 300 juta sampai dengan Rp 2,5 milyar. Pengurusan perizinan
  19. IUMK ini cukup di Kecamatan masing-masing usaha, dengan harapan
  20. para pelaku usaha mikro kecil mudah dalam mendapatkan karena IUMK
  21. prinsipnya merupakan simplifikasi atau penyederhanaan izin bagi usaha
  22. mikro kecil dalam bentuk naskah 1 lembar yang ditetapkan oleh Camat,

Model Jilbab Terbaru

Model Jilbab Terbaru


Comments are closed