Jantung Berdebar Saat Hamil – Penyebab, Pencegah, dan Penanganan Dini

Jangan remehkan jantung berdebar saat hamil yang terjadi. Salah-salah, kesehatan Anda dan buah hati bisa terancam, lho! Baca penanganan terbaik dan pencegahan disini:

Dalam kondisi dan sirkumtansi normal, jantung berdebar adalah penyakit yang sering kali membuat penderitanya mengalami panik berlebihan. Sangat menyeramkan memang. Jantung berdebar adalah momok yang membuat penderita panik dibuatnya. Lebih lagi, kalau jantung berdebar saat hamil terjadi. Untuk Anda pribadi atau orang sekitar Anda yang mengalaminya, kendalikan rasa panik Anda dan tetap pada jalur yang lurus. Tidak perlu stres dan khawatir berlebihan.

Debaran jantung yang lebih kencang pada masa kehamilan adalah sesuatu yang normal. Ini karena pada kondisi wanita hamil, pasokan darah yang dipompa oleh jantung akan lebih banyak dari biasanya.

Heidi Murkoff dan Sharon Mazel dalam buku yang bertajuk, “What to Expect When You’re Expecting,” menyebutkan, tubuh wanita hamil mengandung hampir 50 persen darah lebih banyak dibanding wanita yang tidak sedang hamil.

Darah yang lebih banyak dipompa jantung ini bukan tanpa sebab. Tidak lain, pasokan darah ekstra akan mengandung kadar oksigen lebih banyak. Ekstra darah dan kadar oksigen yang lebih banyak ini ditujukan untuk bayi dalam kandungan agar tercukupi kebutuhannya di dalam janin.

Dari poin ini, sebagai seorang ibu hamil atau orang yang sedang berada dalam lingkungan ibu hamil, Anda bisa sedikit bernapas lega. Tapi, bukan berarti Anda cukup diam saja ketika hal ini terjadi. Bila terjadi terus menerus, Anda perlu mengkhawatirkannya dan membawa masalah ini ke tingkat yang  lebih serius. Terdapat kemungkinan bila jantung berdebar saat hamil terjadi terus adalah tanda kondisi kesehatan serius yang terganggu.

Penyebab Jantung Berdebar Kencang Saat Hamil

Disamping meningkatnya volume darah pada ibu hamil, beberapa penyebab jantung berdebar kencang yang bisa terjadi, antara lain:

  1. Stres yang berlebihan
  2. Mengonsumsi kadar kafein berlebihan
  3. Mengonsumsi obat-obatan, seperti: obat pilek; obat alergi
  4. Gangguan jantung, seperti: jantung koroner; hypertensi pulmonal
  5. Kelenjar tiroid yang terganggu.

Pada kondisi ibu hami, mendeteksi akar masalah dari debaran jantung yang normal lebih sulit dari kondisi jantung berdebar lainnya. Untuk itu, penanganan medis adalah yang terbaik sebagai jalan untuk Anda tempuh.

Kenali Kapan Harus ke Dokter

Seperti pada poin sebelumnya, penanganan medis yang terbaik adalah bertemu dokter. Kapan harus menemui dokter untuk menyelesaikan masalah ini? Bila masalah jantung berdebar kencang pada saat hamil tak kunjung selesai dan Anda mengalami beberapa tanda seperti di bawah, segera temui dokter:

  • Pusing
  • Pandangan gelap layaknya ingin pingsan
  • Sesak napas
  • Nyeri dan sakit bagian dada
  • Berkeringat lebih banyak
  • Denyut nadi tidak teratur
  • Batuk berdarah.

Bila hal di atas sudah terjadi, tidak ada alasan lain, Anda harus segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Menangani Jantung Berdebar Kencang Saat Hamil

Sebelum menemui dokter, langkah penanganan dapat Anda lakukan secara independen. Beberapa di antaranya yang bisa Anda lakukan sebagai metode penanganan dini, antara lain:

  1. Ketahui akar masalah – apakah hal ini tidak terjadi sebelumnya? Apakah debaran jantung yang lebih cepat ini terjadi setelah Anda mengonsumsi sesuatu? Segera hentikan kalau Anda mengetahui penyebabnya.
  2. Hindari kafein – sebagai senyawa yang buruk untuk ibu hamil, hindari konsumsi kafein. Bukan hanya kopi, teh dan soda juga mengandung kadar kafein. Sebaiknya, konsumsi makanan sehat dengan gizi tinggi akan lebih baik.
  3. Jangan biarkan tubuh dehidrasi – palpitasi jantung terjadi karena kurangnya cairan dalam tubuh. Untuk itu, rutin mengonsumsi air putih adalah yang terbaik untuk Anda lakukan setiap hari.

Jantung berdebar saat hamil tidaklah berbahaya. Namun, bukan berarti Anda harus diam saja tanpa adanya penanganan dan pencegahan.  Selalu waspada dan lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan buah hati Anda.


Comments are closed